Menu
header photo

Pondok Pesantren Attahiyyah

Madrasah aliyah & Madrasah sanawiyah 

PROGRAM UNGGULAN

 

Bimbingan
Bimbingan riyadhoh dilaksanakan setiap hari melalui kegiatan sholat wajib berjamaah, shalat tahajud, sholat dhuha, puasa sunnah senin-kamis dan pelaksanaan dzikir jahr setiap selesai sholat berjamaah.

Pengajaran Al-Qur`an dan Kitab Kuning
Pengajaran Al-Qur`an dan kitab kuning dilaksanakan pada jadwal yang telah ditetapkan (yaitu pada mata pelajaran kepesantrenan) diasuh oleh ustadz/ustadzah yang memang kompeten dalam mengajarkan Al-Qur`an dan kitab kuning dengan metode yang inovatif

Pengajaran penggunaan Bahasa Arab dan Inggris
Pembelajaran bahasa Arab dan Inggris, selain mengambil pada waktu jam pembelajaran reguler sesuai jadwal yang telah ditetapkan juga dilaksanakan melalui berbagai kegiatan tambahan, klub percakapan, parade pidato, pembacaan dongeng, membuat sinopsis buku dan latihan menulis. Kegiatan ini dilakukan dengan pemanfaatan teknologi multimedia.

Pengembangan Bakat Siswa
Pengembangan bakat siswa  dilakukan melalui kegiatan ektrakurikuler. Pihak sekolah secara reguler memfasilitasi momen ekspresi siswa, seperti lomba, panggung seni olahraga dan semacamnya.

Live in Out Bound
Kegiatan live in (hidup bersama komunitas) dilakukan secara reguler, dan dilaksanakan oleh siswa untuk seluruh jenjang, dengan modifikasi kegiatan sesuai taraf tumbuh kembang kognitif dan psikologis siswa. Sebagai variasi menu dalam penumbuhan kemandirian dan pengasahan rasa kepedulian sosial.

Pengembangan Ketrampilan Vokasional
Pada jenjang SMP, pengembangan keterampilan vokasional dilakukan melalui pengembangan keterampilan individual yang akan menjadi bekal kemandirian siswa di masa depan, (speed reading, cooking, membaca dan menulis arab, dll). Pada jenjang SMA  pengembangan keterampilan vokasional dilakukan melalui pelatihan keterampilan.

Love our earth

Setiap siswa akan mendapatkan kepercayaan untuk menanam satu pohon, bunga, buah maupun tanaman lain yang disukainya. Selain untuk penghijauan dengan program ini pada waktu yang sama ketelatenan, ketekunan dan kepedulian siswa akan terlatih.

1150;646;43c8f346e7c1dd54c804717cad29a818e2fadbe51150;646;5918271a5259f95dfbf74a1a2aa3ff5b898cc3c61150;646;a0244dfe9c20c9377aff17d25b3380d30c4b0c921150;646;d155955255077b0cff9c94afd7d371c150031d4b

About Us

Pondok pesantren Attahiyyah adalah sebuah lembaga pendidikan pesantren yang fokus terhadap pengkajian agama melalui kajian kitab kuning dan hafalan alquran. Sistem pengkajian ini diharapkan para santri mampu memahami agama denga benar

Hasil gambar untuk visi misi

Visi
Terwujudnya insan yang memiliki keseimbangan Spiritual, Intelektual, dan Moral menuju generasi ulul albab yang berkomitmen tinggi terhadap kemaslahatan Umat dengan berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah.
Sebagai lembaga pendidikan pencetak kader-kader pemimpin umat, menjadi tempat ibadah talab al-’ilmi; dan menjadi sumber pengetahuan Islam, bahasa al-Qur’an, dan ilmu pengetahuan umum, dengan tetap berjiwa pesantren.
Misi
1.      Membentuk generasi yang unggul dunia dan aherat
2.      Mendidik dan mengembangkan generasi mukmin-muslim yang berbudi tinggi, , berpengeta-huan luas, dan berpikiran bebas, serta berkhidmat kepada masyarakat.
Mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang menuju terbentuknya ulama yang intelek.
Mewujudkan warga negara yang berkepribadian Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
 
 
Tujuan
1.Terwujudnya generasi yang unggul menuju terbentuknya khaira ummah.
2.Terbentuknya generasi mukmin-muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas, serta berkhidmat kepada masyarakat.
3. Lahirnya ulama intelek yang memiliki keseimbangan dzikir dan pikir.
4. erwujudnya warga negara yang berkepribadian Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
 
MOTTO
Apa kalimat singkat (catch phrase) yang dapat menggambarkan realitas pesantren Attahiyyah secara utuh? Berikut pendapat beberapa santri, alumni, dan wali santri 
“Pesantren salaf dengan sistem modern.”
“Pesantren salaf yang ada sekolah formalnya.”
“Pesantren modern, tapi tidak mahal.”
“Pesantren untuk mencetak ilmuwan yang jujur dan santun.”
Pondok modern dengan nuansa salaf.
Ponpes salaf, tapi bukan Salafi.
Itulah jargon atau motto yang mewakili realitas Pondok Pesantren . Sebuah pesantren dengan sistem salaf yang salah satu core values-nya adalah kemampuan baca kitab kuning atau literatur Islam klasik, tahfidzul Quran dan sikap santun kesantrian.
PPA disebut modern karena juga menerapkan sisi-sisi positif kemodernan seperti disiplin, Bahasa Arab, sekolah formal, dan lain-lain.
 
AQIDAH
Pondok Pesantren Attahiyyah  menganut aqidah Ahlussunnah Wal Jamaah 
 
FALSAFAH HIDUP ISLAM SANTRI ATTAHIYYAH
Sebagai pusat penggemblengan ilmu-ilmu agama Islam dan nilai-nilai keislaman, maka Pondok Pesantren  Attahiyyah mendasarkan falsafah hidup santri pada ajaran dan prinsip Islam yang terkandung dalam Al-Quran, hadits, perilaku Sahabat & Tabi’in, dan para Ulama terdahulu yang dikenal sebagai al-ulama al-amilun yang secara singkat diterjemahkan ke dalam poin-poin dasar berikut:
 
GAYA HIDUP SEDERHANA
Santri dididik dan dilatih untuk berpola hidup sederhana karena kesederhanaan adalah induk dari kebajikan perilaku duniawi dan ukhrawi. Santri dilarang berpola hidup mewah dan konsumtif karena ia merupakan induk dari segala kejahatan, korupsi dan keserakahan yang dilarang keras dalam Islam. Dalam QS Al-Qashah ayat 78-79 Allah berfirman:
‘Karun berkata: “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”. Dan apakah ia tidak mengetahui, bahwasanya Allah sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat daripadanya, dan lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu ditanya kepada orang-orang yang berdosa itu, tentang dosa-dosa mereka (Al-Qashah ayat 78).
Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.'(Al-Qashah ayat 79)
Komitmen terhadap gaya hidup sederhana bukan berarti menolak menjadi kaya. Sebaliknya, santri dianjurkan untuk menjadi individu yang berharta. Semakin kaya semakin baik asalkan harta yang didapat dicapai dengan cara yang halal dan tidak melupakan perintah syariah untuk mengeluarkan zakat dan mendermakan sebagian harta di luar zakat untuk para dhuafa dan lembaga sosial Islam. Gaya hidup sederhana adalah pilihan, saat kita mampu untuk hidup mewah dengan harta yang dimiliki. Dalam QS Al-Qashash ayat 77 Allah berfirman: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
 
SANTRI DIANJURKAN KAYA TAPI DENGAN CARA HALAL DAN TIDAK KONSUMTIF
Santri  Attahiyyah  dianjurkan dan dilatih untuk menjadi sosok individu yang rajin belajar dan pekerja keras serta memiliki skill individu yang tinggi.  Konsekuensi dari dua faktor ini – kerja keras dan kualifikasi tinggi- adalah ia akan menjadi sosok individu yang mudah mendapatkan pekerjaan atau inovatif dalam menciptakan lapangan kerja. Yang pada gilirannya, tidak akan sulit untuk menjadi sosok yang berharta dan berkecukupan secara materi. Perintah untuk bekerja keras secara eksplisit dan tegas disebut dalam Al-Quran QS Al-Jumah ayat 10: “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” Ayat ini memerintahkan umat Islam untuk tidak libur bekerja bahkan pada hari Jumat sekalipun kecuali menyediakan waktu sebentar untuk melaksanakan shalat Jum’at (QS Al-Jumuah : 9).
Namun, pada waktu yang sama, gaya hidup sederhana, tidak hedonistik, bersikap santun, rendah hati, menjauhi gaya hidup mewah dan konsumtif serta empati pada kaum fakir miskin,  tetap menjadi komitmen bersama yang menjadi kewajiban seluruh santri Attahiyyah  di manapun mereka berada dan dalam kondisi apapun serta setinggi apapun jabatan yang dipegang.
 
MENUNTUT ILMU SEPANJANG MASA
Setelah selesai belajar dan mondok di  Attahiyyah , Santri  Attahiyyah  hendaknya terus menuntut ilmu sepanjang hayat di kandung badan. Baik melalui lembaga pendidikan tinggi formal dari S1, S2 S3, atau melalui lembaga pendidikan non-formal seperti mengikuti berbagai pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuannya. Baik ilmu umum maupun ilmu agama sesuai dengan ketertarikan masing-masing.
Santri  Attahiyyah  tidak boleh pelit dalam menyumbangkan ilmunya pada mereka yang membutuhkan keahliannya baik dengan imbalan materi atau sukarela. Keilmuan yang disumbangkan kepada siapa saja yang membutuhkan harus diniati sebagai amal soleh dan amal jariyah yang akan terus mengalir sampai mati.
TOLERANSI DALAM PERBEDAAN DAN KEBERAGAMAN INDONESIA
Toleransi adalah salah satu nilai ajaran Islam. Terhadap orang non-muslim sekalipun santri diperintahkan Allah untuk berbuat baik selama mereka tidak menjahati kita. Allah berfirman dalam QS Al-Mumtahanah : 8 “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”
Apabila kepada non-muslim saja kita diperintahkan untuk berbuat baik dan toleran, apalagi kepada sesama muslim yang seiman dan seagama. Gema toleransi harus terus didengungkan untuk menyadarkan diri kita sendiri akan pentingnya hidup damai dalam suasana perdamaian; dan sebagai respons pada kalangan suara minoritas dalam umat yang meneriakkan antitoleransi dengan bersembunyi di balik jargon “atas nama pemurnian agama.”
DAKWAH DENGAN KATA DAN PERBUATAN
Berdakwah adalah salah satu perintah Allah dan RasulNya. Mengajak orang pada kebaikan dan mencegah dari kejahatan (amar makruf nahi munkar) adalah perintah eksplisit Allah seperti tersebut dalam QS Ali Imron ayat 110 “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…”
Dalam ayat tersebut Allah mengisyaratkan bagi pelaku dakwah agar menjadi orang yang terbaik lebih dulu sebelum memperbaiki orang lain. Gelar “umat terbaik” tentu saja tidak serta merta pantas disematkan pada setiap individu muslim. “Umat terbaik” hanya pantas dianugerahkan pada individu muslim yang memang mentaati ajaran Islam secara kaffah dan komprehensif: melakukan yang wajib dan halal dan menjauhi larangan Islam.
Selain itu, Allah mengingatkan pada umat Islam, bahwa dakwah itu harus dilakukan secara baik agar mendapatkan hasil yang baik pula. Dalam QS An-Nahl : 125 “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Dakwah dapat dilakukan dengan tutur kata yang baik atau dengan perilaku keseharian yang inspiratif. Yang terakhir ini disebut dengan dakwah dengan perbuatan (bilhal). Dakwah bilhal dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti menunjukkan sikap sosial yang baik kepada sesama manusia. Melakukan berbagai kegiatan bantuan sukarela kepada siapa saja tanpa memandang suku, ras, dan agama orang yang dibantu.
 
 
1. Nama Madrasah                 : Pondok Pesantren At-Tahiyyah
2.Alamat Pesantren               : JL K.H. Ahmad Dahlan Komplek BTN Cantiga Petir
                                             Cipondoh Tangerang Banten
                                             Telp. [021] 54374334-54374335
3.Tahun Didirikan                   : 1988
4.Tahun Beroperasi                : 1988
5.Nama Yayasan                   : Yayasan Pondok Pesantren At-Tahiyyah
6.Alamat Yayasan                 : Jln K.H. Ahmad Dahlan Komplek BTN Cantiga Petir, Cipondoh, Tangerang, Banten                                                                                     
7.Status Bangunan                : Milik Yayasan dan Wakaf
8.Jumlah siswa                      : 249 santriwan / santriwati
DATA SISWA/I
Kelas
Keterangan
1
VII MTs
61 siswa

2
VIII MTs
41 siswa
3
IX MTs
42 siswa
4
X MA
22 siswa
5
XI MA
15 siswa
6
XII MA
10 siswa

11. Data Ruang Kelas
      a. Kelas VII MTs                                       : 2 Kelas
      b. Kelas VIII MTs                                     : 2 Kelas
      c. Kelas IX MTs                                        : 2 Kelas
      d. Kelas X  MA                                         : 1 Kelas
      e. Kelas XI MA                                         : 1 Kelas
      f. Kelas XII MA                                        : 1 Kelas
12. Jumlah Rombongan Belajar
      a. Kelas VII MTs                                       : 2 Rombel
      b. Kelas VIII MTs                                     : 2 Rombel
      c. Kelas IX MTs                                        : 2 Rombel
      d. Kelas X MA                                          : 1 Rombel
      e. Kelas XI MA                                         : 1 Rombel
      f. Kelas XII MA                                        : 1 Rombel

Content

Feel free to edit this content, or delete it and start again. You can also delete this page and create new pages from the toolbar above.