Menu
header photo

Pondok Pesantren Attahiyyah

Madrasah Tsanawiyah & Madrasah Aliyah

Sejarah

Sejarah Pondok Pesantren Attahiyyah , berkat rahmat Allah SWT dan buah cinta dari kedua orang tua pendiri pendiri pondok pesantren yaitu abah tercinta H.Muhammad tadjudin & Hj.Rochiyyah serta dukungan dari anak anak tercintanya. Tak lepas pula berkat perjuangan KH.Udjie rustiaji dalam memperdalam ilmu agamanya dalam rangka mengembangkan pondok pesantren ini  dengan sosialisasi dan  mengajar pengajian yang di pimpinannya.
dengan di bantu oleh beberapa muridnya membentuk Yayasan Pendidikan Pondok pesantren attahiyyah dari tahun 1998.

Atas dasar 3 petimbangan, seperti menyediakan lembaga pendidikan Islam dengan kualitas baik, meningkatkan SDM bisa sejajar dengan negara maju, dan ikut andil dalam
mencerdaskan kehidupan bangsa, Awal berdirinya pondok pesantren ini pimpinan berusaha mengumpulkan  santri sedikit demi sedikit untuk belajar secara gratis sambil mengumpulkan  dana  untuk pengembangan sarana dan prasarana


Pondok Pesantren Attahiyyah resmi didirikan pada tahun 1998. Semua kegiatan seperti merekrut siswa baru dilakukan dengan menyebarkan brosur, leaflet, pengumuman melalui sekolah, hingga media massa.
Pada  1998 Pondok Pesantren Attahiyyah memiliki sedikit santri dan sebagian besar santri dari kalangan kurang mampu dan mendapatkan beasiswa dari yayasan.
Dari situlah kegiatan Pondok Pesantren Attahiyyah dimulai dengan sistem pendidikan terpadu sebagaimana yang direncanakan sejak awal berdirinya yayasan.

Latar belakang keluarga dan pendidikan

Nama kecil KH. Udji Rustiadji adalah uji. Ia merupakan anak keempat dari tujuh orang bersaudara yang keseluruhan saudaranya laki - laki, kecuali adik yang ke-6. ia merupakan keturunan dari bapaknya H. Muhammad Tadjudin dan ibundanya Hj. Rochiyah Tadjudin.[2]

Pada tahun 2004 ia pergi haji.


KH. Udji Rustiadji meninggal pada tahun 2011 dan dimakamkan di dalam lingkungan pondok pesantren Attahiyyah.

Pengalaman organisasi
PSPP(persatuan seluruh pondok pesantren kota tangerang), MUI(majelis permusyawarahan rakyat)

Sebagai seorang yang aktif dalam kegiatan bermasyarakat dan mempunyai gagasan-gagasan cemerlang, Udji juga dengan mudah diterima dan dihormati di tengah kalangan masyarakat, sehingga ia juga dengan cepat mendapatkan tempat di organisasi pspp.

Pada tahun 1987, ayahanda udji Rustiadji pun mendirikan pondok pesantre At-tahiyyah untuk melaksanakan cita-cita pembaruan Islam di bumi Nusantara. Udji Rustiadji ingin mengadakan suatu pembaruan dalam cara berpikir dan beramal menurut tuntunan agama Islam. la ingin mengajak umat Islam Indonesia untuk kembali hidup menurut tuntunan al-Qur'an dan al-Hadits. 

Gagasan pendirian pondok pesantren At-tahiyyah oleh ayahandanya ini juga mendapatkan resistensi, baik dari keluarga maupun dari masyarakat sekitarnya.

 

Go Back

Comment

Blog Search

Blog Archive

Comments

There are currently no blog comments.