Ekstrakurikuler Pondok Pesantren Attahiyyah
Pondok Pesantren Attahiyyah tidak hanya membina santri dalam bidang keilmuan dan ibadah, tetapi juga mengembangkan potensi, bakat, dan keterampilan santri melalui program ekstrakurikuler. Kegiatan ini dirancang untuk melatih kreativitas, kedisiplinan, kepemimpinan, serta menyiapkan santri agar mampu tampil percaya diri di tengah masyarakat.
Ekstrakurikuler di Attahiyyah menjadi sarana menyalurkan bakat santri secara positif, islami, dan produktif.
1. Kaligrafi dan Khot
Kaligrafi merupakan seni menulis ayat-ayat Al-Qur’an dan kalimat thayyibah dengan indah dan berkaidah. Santri dilatih mengenal berbagai jenis khot seperti Naskhi, Tsulutsi, dan Diwani.
Manfaat:
- Menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur’an
- Melatih ketelitian, kesabaran, dan estetika
- Mengasah kreativitas santri
Prestasi:
Santri Attahiyyah rutin mengikuti lomba kaligrafi tingkat pesantren dan daerah, serta sering ditampilkan dalam pameran dan acara keagamaan.
2. Hadroh Banjari
Hadroh Banjari adalah seni shalawat dengan iringan rebana khas pesantren. Kegiatan ini menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ.
Manfaat:
- Menguatkan kecintaan kepada Nabi
- Melatih kekompakan dan disiplin
- Menumbuhkan rasa percaya diri tampil di depan umum
Prestasi:
Tim hadroh Attahiyyah sering tampil dalam acara haul, maulid, dan kegiatan keagamaan tingkat kecamatan dan kota.
3. Marawis
Marawis adalah seni musik Islami yang lebih dinamis, memadukan irama Timur Tengah dengan shalawat.
Manfaat:
- Mengembangkan bakat musik Islami
- Menumbuhkan kerja tim
- Menjadi sarana dakwah yang menyenangkan
Prestasi:
Marawis Attahiyyah sering diundang tampil dalam acara pernikahan, maulid, dan event pesantren.
4. Paskibra
Paskibra melatih kedisiplinan, ketegasan, dan jiwa kepemimpinan santri.
Manfaat:
- Membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab
- Menumbuhkan cinta tanah air
- Melatih kekompakan
Prestasi:
Tim Paskibra Attahiyyah rutin bertugas dalam upacara Hari Santri dan HUT RI serta pernah mengikuti lomba baris-berbaris tingkat sekolah dan pesantren.
5. Pramuka
Pramuka adalah sarana pendidikan karakter dan kemandirian.
Manfaat:
- Melatih kepemimpinan
- Kemandirian dan kerja sama
- Kecakapan hidup (life skill)
Prestasi:
Santri Attahiyyah aktif dalam perkemahan dan jambore pesantren serta kegiatan pramuka tingkat kota.
6. Pengembangan IT dan Multimedia
Santri dibekali keterampilan teknologi seperti desain grafis, editing video, dan pengelolaan media sosial.
Manfaat:
- Membekali santri dengan skill era digital
- Sarana dakwah modern
- Peluang kemandirian ekonomi
Prestasi:
Santri terlibat aktif mengelola konten media sosial dan website pesantren.
7. Seni Tilawah (Qori)
Santri dilatih membaca Al-Qur’an dengan lagu dan tajwid yang indah.
Manfaat:
- Memperindah bacaan Al-Qur’an
- Menumbuhkan rasa percaya diri
- Menjadi kader qori pesantren
Prestasi:
Santri Attahiyyah sering menjadi qori dalam acara resmi pesantren dan masyarakat.
8. Seni Drama dan Teater
Santri belajar seni peran untuk dakwah dan pendidikan.
Manfaat:
- Melatih keberanian berbicara
- Menyampaikan pesan moral secara kreatif
- Mengembangkan ekspresi dan emosi
Prestasi:
Drama santri sering ditampilkan dalam acara pesantren dan peringatan hari besar Islam.
9. Seni Tari Tradisional
Santri dikenalkan pada seni budaya nusantara yang Islami dan bermartabat.
Manfaat:
- Melestarikan budaya
- Melatih koordinasi dan ekspresi
- Menumbuhkan rasa percaya diri
Prestasi:
Santri tampil dalam acara pesantren dan kegiatan kebudayaan.
10. Bela Diri: Pencak Silat, Tapak Suci, dan Pagar Nusa
Ekstrakurikuler bela diri membentuk fisik dan mental santri.
Manfaat:
- Melatih keberanian dan kedisiplinan
- Menjaga kesehatan dan ketahanan diri
- Menumbuhkan jiwa ksatria
Prestasi:
Santri Attahiyyah aktif mengikuti latihan rutin dan tampil dalam demo bela diri pada acara pesantren.
Penutup
Melalui kegiatan ekstrakurikuler, Pondok Pesantren Attahiyyah berupaya membentuk santri yang tidak hanya alim dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki bakat, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk berkontribusi di masyarakat. Program ini menjadi sarana nyata untuk melahirkan generasi santri yang seimbang antara ilmu, iman, dan keterampilan.
