KURIKULUM PENDIDIKAN DINIYAH

PONDOK PESANTREN ATTAHIYYAH
Tahun Pelajaran 2025–2026
I. Pendahuluan
Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Attahiyyah merupakan sistem pembelajaran inti pesantren yang berorientasi pada penguasaan ilmu-ilmu keislaman melalui pengkajian kitab kuning dan pembinaan akhlak. Kurikulum ini disusun secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan untuk membentuk santri yang berakidah lurus, berilmu, dan berakhlak mulia.
Kurikulum ini mengacu pada tradisi pesantren Ahlussunnah wal Jama’ah serta disesuaikan dengan kebutuhan pembinaan generasi Muslim di era modern.
II. Tujuan Pendidikan Diniyah
Pendidikan diniyah Pondok Pesantren Attahiyyah bertujuan untuk:
- Membekali santri dengan kemampuan membaca dan memahami kitab kuning.
- Menanamkan akidah Ahlussunnah wal Jama’ah.
- Membentuk santri yang menguasai fiqih ibadah dan muamalah.
- Mendidik santri agar berakhlak mulia dan berkepribadian Islami.
- Menyiapkan santri menjadi kader dai, guru, dan penggerak umat.
III. Struktur Jenjang Pendidikan Diniyah
Pendidikan diniyah diselenggarakan dalam empat jenjang:
| No | Tingkat | Fungsi |
|---|---|---|
| 1 | I’dadiyah | Tahap persiapan dasar |
| 2 | Ula | Dasar penguasaan kitab |
| 3 | Wustha | Pendalaman ilmu |
| 4 | Ulya | Penguatan dan kematangan |
| 5 | Munaqosah Kubro | Evaluasi kelulusan |
IV. Kurikulum Kitab per Tingkat
A. Tingkat I’dadiyah
| Bidang | Kitab |
|---|---|
| Bahasa Arab | Hidayatus Shibyan, Arab Melayu |
| Nahwu | Matan Jurumiyyah |
| Sharaf | Nadzom Maqsud |
| Fiqih | Safinatun Najah |
| Akidah | Aqoid Diniyyah |
| Akhlak | Adabul Muta’allim, Taisirul Kholaq |
| Hadits | Arbain An-Nawawi |
B. Tingkat Ula
| Bidang | Kitab |
|---|---|
| Nahwu | Jurumiyyah, Nadzom Imrithi |
| Sharaf | Nadzom Maqsud, Qomiut Tughyan |
| Fiqih | Matan Taqrib, Fathul Qorib |
| Tauhid | Hidayatul Mustafid |
| Akhlak | Ta’limul Muta’allim |
| Hadits | Arbain An-Nawawi |
C. Tingkat Wustha
| Bidang | Kitab |
|---|---|
| Nahwu | Nadzom Imrithi |
| Sharaf | Qomiut Tughyan |
| Fiqih | Fathul Qorib, Mukhtasor Jiddan |
| Ushul Fiqih | Waroqot |
| Tauhid | Hidayatul Mustafid |
| Tasawuf | Kaylani Izzi |
| Balaghah | Jauhar Maknun |
D. Tingkat Ulya
| Bidang | Kitab |
|---|---|
| Nahwu | Alfiyyah Ibnu Malik |
| Fiqih | Fathul Mu’in |
| Ushul Fiqih | Waroqot |
| Tauhid | Hidayatul Mustafid |
| Tasawuf | Kaylani Izzi |
| Balaghah | Jauhar Maknun |
V. Metode Pembelajaran
Metode yang digunakan:
- Bandongan
- Sorogan
- Hafalan nadzam
- Musyawarah kitab
- Bahtsul masail
- Praktik ibadah
VI. Sistem Evaluasi
Evaluasi dilakukan melalui:
- Ulangan kitab
- Setoran hafalan
- Ujian semester
- Munaqosah kenaikan tingkat
- Munaqosah Kubro (kelulusan)
VII. Standar Kelulusan
Santri dinyatakan lulus apabila:
- Lulus semua kitab wajib
- Lulus munaqosah kitab
- Lulus hafalan
- Memiliki akhlak dan kedisiplinan yang baik
Dengan mengikuti program ini, santri tidak hanya menguasai teks-teks klasik tetapi juga mampu menerapkan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Proses Pembelajaran
Proses pengajaran di Pondok Pesantren Attathiyyah sangat bervariasi untuk memastikan efektivitas proses belajar-mengajar:
- Pembelajaran Interaktif: Mendorong diskusi aktif dan partisipasi dari semua santri selama jam pelajaran.
- Proyek Kolaboratif: Mengajak santri bekerja sama dalam proyek-proyek kreatif sebagai bentuk aplikasi nyata dari apa yang telah dipelajari.
- Pendekatan Personal: Setiap guru berusaha mengenal potensi setiap santri agar dapat memberikan perhatian khusus sesuai kebutuhan mereka.
Kesimpulan
Pondok Pesantren Attahiya bertekad untuk melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis namun juga memiliki kepribadian Islami yang kuat. Dengan kurikulum MTs, Aliyah, dan Diniyah yang komprehensif ini, kami berharap setiap santri dapat tumbuh menjadi individu cerdas penuh dedikasi terhadap masyarakat serta agama mereka. Mari bersama-sama kita wujudkan cita-cita mulia ini!
